Suzuki Shogun 2002: Saksi Bisu Awal Pengabdian
Setiap orang punya titik awal, dan bagi saya, cerita itu dimulai di tahun 2002.
Sebagai seorang dosen muda yang baru saja memulai langkah pengabdian di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), ada sebuah keberanian yang saya wujudkan dalam bentuk kendaraan roda dua: Suzuki Shogun keluaran 2002.
Bagi saya saat itu, motor ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol semangat dan kerja keras. Dengan balutan warna biru favorit, motor ini merepresentasikan kepribadian yang tenang namun penuh energi untuk terus bergerak maju.
Agar tampil beda dan mencerminkan jiwa muda yang rapi, saya melakukan modifikasi total. Seluruh bagian body dan mesin dilapisi dengan sentuhan chrome agar selalu terlihat bersih, berkilau, dan elegan di setiap sudut kampus. Tak ketinggalan, sentuhan kopling manual (handle) saya pasang demi mengikuti tren masa itu, menambah kesan tangguh saat membelah jalanan Yogyakarta.
Shogun AB 6633 WQ ini telah menemani setiap jengkal perjalanan saya—dari ruang kelas, laboratorium, hingga aktivitas organisasi. Ia mengingatkan saya bahwa untuk mencapai sesuatu yang besar, kita harus berani memulai dengan apa yang kita miliki, merawatnya dengan sepenuh hati, dan menjalaninya dengan konsistensi.
Hingga kini, motor ini bukan hanya tentang mesin dan logam, tapi tentang kenangan akan ketekunan seorang dosen muda yang bermimpi besar.
Salam
Imam Riadi
Salam,
Imam Riadi