Kembali ke Gallery
Personal Journey

Dari Meja Kursus ke Kursi Guru Besar: Perjalanan Romantis Prof. Imam Riadi dan Prof. Shofwatul ‘Uyun

18 March 2026 6 foto
Dari Meja Kursus ke Kursi Guru Besar: Perjalanan Romantis Prof. Imam Riadi dan Prof. Shofwatul ‘Uyun

Perjalanan hidup sering kali mempertemukan dua insan melalui rute yang tak terduga. Kisah kami dimulai dari dua kota yang berbeda karakter; saya yang tumbuh di Kota Kretek, Kudus, dan istri saya, Shofwatul ‘Uyun, yang berasal dari Kota Ukir, Jepara. Sejak usia remaja, kami sama-sama memilih jalan untuk "nyantrik" meninggalkan kampung halaman. Saya menimba ilmu di Kota Pati, sementara istri saya sudah lebih dulu mengawali petualangannya di Yogyakarta.

Takdir kemudian membawa kami ke titik temu yang sama: Kota Gudeg, Yogyakarta. Di masa-masa perjuangan itu, saya menempuh studi di IKIP Yogyakarta sembari melanglang buana mendalami dunia IT di berbagai tempat kursus, salah satunya di Gama Informatika, Gejayan. Di sanalah, di antara deretan kabel jaringan dan baris perintah Linux, jalan kami bersilangan. Saat itu saya bertugas sebagai tentor teknisi, sementara Shofwatul ‘Uyun datang sebagai mahasiswi Universitas Islam Indonesia (UII) yang sedang mendalami bahasa pemrograman Delphi untuk praktik industrinya.

Berawal dari diskusi teknis meski berbeda keahlian, kedekatan itu tumbuh secara alami. Pertemuan di ruang-ruang belajar tersebut akhirnya bermuara di pelaminan. Kami mengikat janji suci dan resmi melangkah bersama sebagai suami istri. Sejak saat itu, kami bukan lagi dua individu dengan ambisi masing-masing, melainkan satu tim yang saling mendukung dalam suka maupun duka.
Perjalanan karier kami pun berjalan beriringan di tanah Yogyakarta. Saya memulai pengabdian sebagai dosen di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sejak tahun 2002, sedangkan istri saya bergabung di UIN Sunan Kalijaga (UIN SUKA) pada tahun 2016. Kami percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan ikhlas dan kerja keras akan membuahkan hasil pada waktu yang tepat.

Tahun 2023 menjadi tahun yang penuh syukur bagi keluarga kami. Di usia 43 tahun, saya diberikan amanah sebagai Guru Besar dalam bidang Sistem Informasi. Di saat yang hampir bersamaan, di usianya yang ke-41, istri saya juga dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Sistem Cerdas. Pencapaian ini bukanlah tentang gelar semata, melainkan tentang bagaimana kami bisa saling menguatkan di tengah kesibukan mengajar, meneliti, dan mengabdi. Kami hanyalah dua orang "santri" yang terus belajar, yang dipertemukan oleh teknologi dan disatukan oleh doa.

Salam,
Imam Riadi